Kun Tanubrata 2

The Age of Photography

HIGHLIGHT on Contemporary Photography: “Abad Fotografi”. Saat ini, fotografi dianggap telah keluar secara progresif dari fotografi konvensional karena telah bermunculan karya­karya fotografi yang ditampilkan dengan konstruksi.

Dalam hal ini disebut instalasi foto, karya foto yang diproyeksikan, karya foto yang melibatkan permainan cahaya, karya foto yang hampir tidak bisa dibedakan dari karya video, karya foto yang tidak bisa dibedakan dari presentasi foto dokumentasi, dan tentu karya foto digital yang muncul akibat berkembangnya teknologi komputer.

Kali ini, tema yang diangkat adalah “Abad Fotografi”. Karya diatas oleh Kun Tanubrata bertajuk “Sepi” 2016 dicetak diatas tikar Rotan 190x100cm.

“SEPI”
Sepi
Sunyi
Aku sendiri
Kemanakah mereka pergi,
Apakah karena topengku ini?
Bukankah mereka juga memakai topeng?

Gejala tersebut merupakan sebuah peluasan fotografi yang mengindikasikan adanya keberagaman dalam dunia fotografi. Dari sinilah muncul gagasan dari para fotografer tersebut untuk menampilkan karya fotografi dari yang konvensional hingga progresif dalam sebuah pameran fotografi.

Pada Desember 2013, sebuah pameran fotografi yang diprakarsai oleh Sjaiful Boen dan Kun Tanubrata telah dihelat di Galeri Tony Raka, Ubud, Bali, dengan mengangkat tajuk The Age of Photography.

Beberapa fotografer Jakarta melakukan perjalanan ke Bali mencari obyek foto. Mereka bertemu dengan fotografer dari beberapa negara yang tinggal di Bali. Terjadilah obrolan kebetulan yang akhirnya menjadi serius tentang perkembangan fotografi.

Pameran internasional yang diikuti para fotografer dari pelbagai negara ini tidak hanya menampilkan karya foto, namun juga berusaha menyentuh ranah seni rupa kontemporer yang menunjukkan penjelajahan media ekspresi. Persinggungan fotografi Jiri Kudrna 2dan seni rupa kontemporer ini disebut-sebut sebagai fotografi kontemporer (contemporary photography). Karya dikanan oleh Jiri Kudrna.

Diungkap kurator pameran ini, Jim Supangkat, istilah Abad Fotografi disebut teoretikus seni Theodore Gracyk dalam bukunya yang berjudul The Philosophy of Art (Polity Press, 2012). Menurut Theodore Gracyk, perkembangan seni rupa sekarang ini menunjukkan abad fotografi (the age of photography) yang menggantikan the age of avant garde yang menandai perkembangan sebelumnya (seni rupa modern). Salah satu bukti nyata abad fotografi ini selain tercermin pada perkembangan seni rupa kontemporer, juga dapat ditemukan pada perkembangan budaya masyarakat. Karya dibawah oleh Fanny Octavianus bertajuk “Kalijodo: Teka-teki Yang Hilang” dicetak diatas aluminium composite dan karya Anton Ismael bertajuk “Keluar dari Rumah”.

Fanny Octavianus 2

Anton Ismael 2

Foto kini tak lagi sekedar dokumentasi. Foto telah menjadi media ekspresi, eksistensi diri, dan pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Dikatakan Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana, dalam pameran ini, fotografi tampaknya bukan hanya menjadi alat perayaan ekspresi keartistikan atau sebagai rekam jejak keseharian saja, melainkan lebih dari itu fotografi menjadi media bagi para perupa peserta pameran dalam mewujudkan dan memunculkan gagasan, pengamatan, sikap, interaksi, serta komunikasi dalam mengungkapkan persoalan realitas, kehidupan masyarakat, dan juga permasalahan sosial.

??????????????????????

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dinding Dimensi karya Yusuke Mimasu (diatas) dibuat dengan mengambil gambar melintang yang dipotong memanjang dari kamus-kamus berbagai bahasa dan negara. Yusuke Mimasu berkesempatan berfoto bersama pengunjung saat pameran berlangsung dengan latar belakang karya yang dipamerkan. Yusuke Mimasu DW English 2Dan karya di sebelah kanan adalah kamus berbahasa Inggris yang telah dipotong memanjang. Informasi dari huruf-huruf ini kehilangan peran awalnya dengan diobservasi dari sudut pandang yang tidak lazim dan kemudian muncul sebagai dinding informasi. Yusuke Mimasu adalah seorang Direktur seni dan designer grafis yang lulus dari Universitas seni dan Design Kyoto.

Sementara karya dibawah oleh Yasu Suzuka “Perdamaian Dunia” mempertunjukkan 8 posisi tangan berdoa, dimana tangan-tangan tersebut adalah para pendeta dari berbagai macam umat beragama yang mendoakan kedamaian dunia.

Yasu Suzuka 2

Sungguh besar peran fotografi dalam dunia masa kini. Inilah ABAD FOTOGRAFI!

KURATOR
Jim Supangkat

KARYA
Sekitar 50 karya seni rupa dua dan tiga dimensional (seni cetak, fotografi, dan seni Instalasi)

PERUPA
Hasil karya 20 fotografer dari empat negara, 16 diantaranya dari Indonesia dan 4 lainnya dari Jepang, Swiss, dan USA.

PAMERAN
16 – 28 November 2016
Pukul 10.00 – 19.00 WIB
Gedung A Galeri Nasional Indonesia

DISKUSI
Minggu, 27 November 2016
Pukul 14.00 WIB – selesai
Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia

I-Now