MEMBACA INDONESIA Ignasius Dicky Takndare - Ana Ye Ana 2

Perupa Membaca Indonesia

HIGHLIGHT on Art and Exhibition: Pameran Seni Rupa Nusantara 2017 merupakan pameran akbar dua tahunan (biennale) di Galeri Nasional Indonesia yang bersifat terbuka dan mengakomodir para perupa dari berbagai wilayah di Indonesia untuk berkesempatan dan berpartisipasi menampilkan karya terbaiknya.

“Dalam persepktif semacam ini dihasratkan bahwa karya seni rupa diposisikan sebagai etalase untuk melihat derajat keberadaban suatu bangsa. Karya seni rupa yang ‘baik’ akan mendorong dan menciptakan masyarakat berolah kalbu, terbangun kembali kesadaran kritis dan kesadaran reflektifnya. Dalam konteks Indonesia, betapa keberadaban ini juga berada dalam lapisan-lapisan keberagaman untuk membangun kesaling-mengertian,” papar Suwarno.

MEMBACA INDONESIA Ignasius Dicky Takndare - Ana Ye Ana 3Melalui mekanisme seleksi yang ketat, perhelatan ini member kesempatan dan peluang bagi para perupa di Nusantara dalam menunjukan potensi, kreativitas, dan eksistensi. Pameran ini juga sekaligus menggambarkan perkembangan mutakhir senirupa di tanah air. Pameran Seni Rupa Nusantara 2017 merupakan penyelenggaraan yang ke-9, setelah sebelumnya pernah dihelat pada 2001, kemudian 2002, 2005, 2007, 2009, 2011, 2013, dan 2015 dengan mengangkat tema yang berbeda. Pada 2017 ini, Pameran Seni Rupa Nusantara mengusung tema“REST AREA: Perupa Membaca Indonesia”.

Ditambahkan A. Sudjud Dartanto yang juga merupakan Kurator pameran ini, “Karya seni rupa itu dapat dipahami sebagai rekaman-rekaman atas konteks dan jamannya dengan dasar:
1. Karya seni rupa ini lahir dari sebuah penghayatan dan pemikiran senimannya.
2. Karya seni rupa dalam pameran ini bisa menjadi sebuah pernyataan sekaligus pertanyaan atas kondisi-kondisi obyektifnya.
3. Karya-karya ini dapat dibaca sebagai sebuah teks yang terjalin antara satu karya dengan karya-karya lainnya sebagai sebuah meta teks yang hadir dengan keunikan pengalaman-pengalamannya.”

MEMBACA INDONESIA Prayitno (Mayek) - Invisible Hand 2Pengandaian semacam itulah yang digunakan sebagai perangkat seleksi; yakni berharap mendapatkan para perupa yang bertumpu pada gagasan yang kuat, yang mampu menceritakan dengan baik dan terang, terkait dengan pembacaan terhadap tema “REST AREA: Perupa Membaca Indonesia” (Karya disebelah kiri oleh Prayitno (Mayek) – Invisible Hand). Harapan berikutnya adalah menemukan karya-karya yang secara tepat merefleksikan situasi Indonesia hari ini berdasarkan perspektif setiap perupa di mana mereka tinggal. Inilah saatnya seniman/perupa bersuara kembali melalui karya-karya senirupa yang menginspirasi banyak orang; karya-karya yang menjadi penanda kuat atas gerak dan situasi zamannya.

Dalam bingkai seleksi tersebut, tim Kurator yaitu Suwarno Wisetrotomo dan A. Sudjud Dartanto menyeleksi karya-karya para perupa yang berhasil dijaring melalui seleksi terbuka pada 11 Januari hingga 8 Februari 2017. Seleksi terbuka tersebut berhasil menjaring 1.000 aplikasi karya kreasi 792 calon peserta yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Berdasarkan sejumlah pertimbangan, antara lain kapasitas ruang dan aspek-aspek pendukung lainnya, tim Kurator menyaring hanya 100 karya berupa lukisan, patung, grafis, fotografi, drawing, object, instalasi, video art, batik, dan keramik untuk dipamerkan. Karya-karya tersebut merupakan hasil olah cipta 100 perupa dari 26 provinsi di Indonesia, yang terdiri dari 93 karya peserta dari jalur Seleksi Terbuka serta 7 (tujuh) karya peserta undangan.

MEMBACA INDONESIA Lini Natalini Widhiasi - Wajah-Wajah 2

Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus ‘Andre’ Sukmana berharap pameran ini dapat memotivasi banyak pihak, khususnya bagi para seniman/perupa agar terus berpacu, tetap semangat berkarya, dan berkompetisi untuk menunjukkan kreativitas dan ekspresisi diri melalui karya seni rupa yang memiliki berbagai makna, nilai dan fungsi tertentu dalam rangka penguatan karakter bangsa. “Hal ini sejalan pula dengan arah kebijakan Kemdikbud dalam hal meningkatkan pendidikan seni dan budaya, menyediakan sarana dan prasarana kesenian serta meningkatkan promosi budaya antar daerah,” ungkap Tubagus.

MEMBACA INDONESIA Poster Pamnus 2017 REST AREA 2


KURATOR

Suwarno Wisetrotomo
A. Sudjud Dartanto

ASISTEN KURATOR
Bayu Genia Krishbie
Teguh Margono

PERUPA
100 perupa dari 26 provinsi di Indonesia

KARYA
100 Karya 2 dan 3 Dimensional
(lukisan, patung, grafis, fotografi, drawing, object, instalasi, video art, batik, dan keramik)

PAMERAN
8–27 Maret 2017 | Pukul 10.00 – 19.00 WIB | Ruang Pamer Galeri Nasional Indonesia
* Terbuka untuk umum dan bebas biaya

SEMINAR SENI RUPA “SENI RUPA MEMBACA INDONESIA”
Nara sumber: Suwarno Wisetroromo (Kurator) & M. Sobary (Budayawan)
Moderator: A. Sudjud Dartanto (Kurator)
Rabu, 8 Maret 2017 | Pukul 10.00 WIB | Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia
* Terbuka untuk umum (dengan konfirmasi) dan bebas biaya

Related article:

Pameran Tetap Galeri Nasional

I-Now