GalNas Affandi Pengemis 1974a

Pameran Tetap Galeri Nasional

HIGHLIGHT on Art & Exhibition: Galeri Nasional Indonesia — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kembali membuka Pameran Tetap (Permanent Exhibition) Koleksi Galeri Nasional Indonesia (Koleksi Negara) karya perupa Indonesia dan manca negara, setelah ditutup untuk umum karena dilakukan renovasi/revitalisasi selama kurang lebih dua tahun.

Pameran Tetap yang menampilkan koleksi permanen Galeri Nasional Indonesia ini ditata (display) sebagai sebuah museum senirupa modern dan kontemporer dengan mengusung konsep baru yang berbeda dari sebelumnya.

GalNas Raden Saleh Kapal Dilanda Badai 1851a

Pada awalnya, Pameran Tetap menampilkan karya-karya perupa Indonesia dan manca GalNas Mella Jaarsma The Fire Eaters 2011anegara berdasarkan kurasi tertentu dan bergantian secara periodik, dengan tiga katagori penyajianya itu kronologis sejarah senirupa modern Indonesia; tematik semisal pemandangan alam, abstrak; dan karya-karya seniman manca negara. Ruang pameran tersebut menempati Gedung B Lantai 2. Pembukaan pameran ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Anies Baswedan.

Setelah revitalisasi, Pameran Tetap yang dikuratori Suwarno Wisetrotomo dan Citra Smara Dewi ini disajikan dengan penataan berdasarkan periodisasi perjalanan senirupa Indonesia yang terbagi dalam dua bagian besar, yaitu Galeri 1 dan Galeri 2, yang secara keseluruhan terdiri dari 13 ruang dengan dilengkapi teks informasi (cetak dan multimedia).

Galeri 1
Menampilkan SeniRupa Modern Indonesia dan Internasional, yang terbagi menjadi tujuh ruang, diantaranya:
Ruang 1: KoleksiInternasional;
Ruang 2: Raden Saleh SjarifBustaman (1807–1880);
Ruang 3: Mooi Indie danPersagi (1920–1942);
Ruang 4 dan 5: Era Pendudukan Jepang, Kemerdekaan Republik Indonesia, dan Lahirnya Era Sanggar (1942–1945);
Ruang 6 dan 7: Era AkademiSeniRupa (1947–sekarang).

Galeri 2
Terbagi menjadi empat ruang, diantaranya:
Ruang 8 dan 9: Menyuguhkan Gerakan SeniRupa Baru (GSRB)
Ruang 10 dan 11: Berisi Seni Rupa Kontemporer Indonesia.

GalNas Dede Eri Supria yang Berusaha Tumbuh 1992a

Pembagian ruang dalam Galeri 1 dan 2 menentukan pemilahan dan penempatan karya, yang dalam pameran ini jumlah karya yang ditampilkan mencapai lebih dari 100 karya. Sebagian besar merupakan hasil karya para maestro dan perupa tersohor seperti Raden Saleh, Wakidi, S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Otto Djaja, Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, Widayat, Djoko Pekik, Eddie Hara, Heri Dono, Jim Supangkat, Dede EriSupria, Tisna Sanjaya, Krisna Murti, Anusapati, Mella Jaarsma, dan karya perupa internasional antara lain Victor Vasarely, Wassily Kandinsky, Hans Arp, ZaoWou-Ki, Hans Hartung, dan Sonia Delaunay.

GalNas Heri Dono Born & Freedom 2004a

GalNas Krisna Murti Belajar Antri pada Semut1

Dibukanya Pameran Tetap (Permanent Exhibition) Koleksi Galeri Nasional Indonesia ini merupakan salah satu bentuk layanan edukasi – kultural Galeri Nasional Indonesia kepada publik luas sebagai media belajar (apresiasi seni) sehingga masyarakat bisa GalNas S.Sudjono Ibu Menjahit1mengetahui, memahami, dan mendapatkan informasi mengenai sejarah perkembangan seni rupa modern dan kontemporer Indonesia, serta mengetahui karya-karya para perupa manca negara. Melalui koleksi dipamerkan sekaligus bisa menjadi referensi atau rujukan untuk mengenali dan mencermati orisinalitas sebuah karya seni rupa.

Selain itu, pameran ini hendak meyakinkan publik dan para perupa bahwa karya-karya yang diakui sisi/dikoleksi Galeri Nasional Indonesia selalu diupayakan untuk diakses publik, dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan seni, serta bisa menjadi destinasi wisata museum (wisata budaya) yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan berbagai ragam karya senirupa.

Pameran Tetap (Permanent Exhibition)
Koleksi Galeri Nasional Indonesia seterusnya dibuka untuk umum, setiap hari Selasa–Minggu, pukul 09.00–16.00 WIB, kecuali hari Senin dan Libur Nasional. Pengunjung pameran ini tidak dikenakan biaya masuk (free admission p2/Oct15).

GalNas Wassily Kandinsky—Untitled1

GalNas Pameran Tetap 2015

I-Now