GNas Media Art Festival Instrumenta 2

Festival Seni Media Internasional

HIGHLIGHT on Art & Education: Apakah permainan dapat disebut seni? Pertanyaan inilah yang diangkat dalam perhelatan festival seni media internasional Instrumenta 2018: Sandbox.

Menarik untuk mengamati bagaimana berbagai bentuk olahan permainan di Indonesia nyatanya tidak dapat dilepaskan dari budaya tradisional maupun gaya hidup kontemporer masyarakatnya.

GNas Media Art Festival 4a
Hal itu terlihat, misalnya pada bagaimana permainan / olahraga tradisional Gobak Sodor atau Galah Asin (Galasin) diadopsi oleh salah satu produsen telepon genggam CDMA pada kisaran tahun 2009, atau pada permainan yang mengangkat fenomena Tahu Bulat yang didistribusikan melalui media smartphone belakangan ini.

Festival yang rencananya diadakan setiap tahun ini akan menampilkan karya-karya 34 seniman, game designer, musisi, fotografer, peneliti, dari Indonesia dan mancanegara. Karya dibawah oleh Jess Johnson ~ Simon Ward ~VR Still~Gog and Magog.

GNas Media Art Festival Jess Johnson _ Simon Ward_VR Still_Gog and Magog 1a
Pengunjung bisa menikmati sekaligus ‘bermain’ dengan 29 karya seni media yang menggunakan teknologi virtual reality, game digital, arcade game, internet, kecerdasan buatan (artificial intelligence), apps, foto, video, pemrograman komputer, robot, cahaya, sensor elektronik, perangkat kinetik, bebunyian, hingga permainan tradisional. Karya dibawah oleh Komunitas Hong dan Zaini~Social Bench Game.

GNas Media Art Festival Komunitas Hong dan Zaini_Social Bench Game 2
Judul Sandbox (bak pasir)
Diadopsi dari genre permainan digital, yang merupakan metafora dari aktivitas bermain bebas dan terbuka,” kata Agung Hujatnikajennong, Direktur Artistik dari Instrumenta 2018: Sandbox. Tidak hanya pameran, materi festival juga meliputi program publik seperti pertunjukan multimedia, lokakarya permainan untuk orang tua dan anak, lokakarya desain permainan dan coding, seminar, wicara seniman serta tur pameran bersama kurator. Karya dibawah oleh Mojiken Game Studio berjudul Game Still~A Space for the Unbound.

GNas Media Art Festival Mojiken Game Studio_Game Still_A Space for the Unbound 2
Permainan merupakan bagian integral dalam perkembangan kebudayaan tertentu. Marshall McLuhan menyejajarkan permainan dengan institusi, sebagai perluasan dari manusia sosial dan tubuh politik. Permainan dipercaya sebagai bentuk respons yang paling jujur dari sebuah kebudayaan, karena ia mewakili respon populer terhadap tekanan aktivitas sehari-hari.

Diinisiasi dan dilaksanakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia, Instrumenta 2018: Sandbox merupakan bagian dari rangkaian program dukungan sesuai dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, mengatakan “Adalah tugas pemerintah untuk terus mendukung dan melindungi berbagai jenis ekspresi seni, tak terkecuali seni media”. Karya dibawah oleh Ryota Kuwakubo berjudul Installation still~The Tenth Sentiment.

????????????
Sementara bagi Dr. Restu Gunawan, M.Hum, selaku Direktur Kesenian, penyelenggaraan festival ini berangkat dari besarnya antusiasme para pelaku, penyelenggara, hingga masyarakat terhadap eksplorasi kesenian yang berbasis teknologi. Karya dibawah oleh Torajiro Aida berjudul I’m in Computer Memory.

GNas Media Art Festival Torajiro Aida_Im in Computer Memory 2
GNas Media Art Festival 1a
PAMERAN
12-30 November 2018 (tutup pada libur nasional)
10.00 – 19.00 WIB
Gedung B, C, & D Galeri Nasional Indonesia

Kurator
Bob Edrian dan Gesyada Siregar

Lokakarya Keluarga Bermain
18 November 2018 | 10.00 – 12.00 WIB

Lokakarya Desain Permainan
24 November 2018 | 15.00 – 17.00 WIB

Lokakarya Seni dan Coding
25 November 2018 | 15.00 – 17.00 WIB

Tur Kurator
18 November 2018 | 13.00 – 14.30
25 November 2018 | 13.00 – 14.30

I-Now