FA_DESIGN POSTER

Xie Dongming: Selfscape

HIGHLIGHT on Art and Exhibition: Xie Dongming, lahir di Beijing pada 1959 adalah seorang profesor seni lukis di Central Academy of Fine Arts – Beijing, yang menjadi salah satu tonggak pendidikan tinggi seni rupa di China.

Sosok Xie Dongming menjadi salah seorang pelopor kemajuan seni lukis (realis) China dengan proyek perjalanan dan studi mereka ke berbagai pelosok budaya-budaya lokal China yang luas serta kaya. Kecenderungan Dongming mengerjakan karya lukisan potret orang dan masyarakat di pelosok negeri itu turut menandai dinamika perubahan wacana tentang identitas yang berlaku global saat kini.

Ia juga pernah menjabat sebagai kepala departemen cat minyak (oil painting department) dari sebuah kelompok seni lukis yang berpengaruh dalam perkembangan mutakhir seni rupa China yang kerap dikenal dengan ‘The Third Studio’, yang para anggotanya juga merupakan para pengajar seni lukis dari kampus yang sama. Gambar dibawah Prof. Xie Dongming berpose dengan rekan media Indonesia-Now.com saat pembukaan pameran “Selfscape”.

GalNas  Xie Dongming Selfscape 5a

Dongming aktif mengikuti pameran di berbagai negara, beberapa diantaranya di Indonesia, Jepang, Rusia, Italia, Prancis, Jerman, Hungaria, Inggris, dan Amerika Serikat. Beberapa tahun yang lalu, Prof. Xie Dongming bersama-sama dengan para seniman generasi muda China bepameran di Galeri Nasional Indonesia. Pameran yang telah menarik perhatian berbagai pihak seperti para seniman, pengamat dan pecinta seni rupa, juga media, untuk datang dan menyaksikan perkembangan mutakhir seni rupa China yang selalu atraktif namun juga sekaligus bersifat kontemplatif. Pada saat peresmian pameran, Prof. Dongming sempat berdialog secara langsung dengan publik dan mengantarkan penjelasan mengenai lukisan-lukisannya kepada para pecinta seni rupa di Jakarta pada khususnya.

Karya lukisan Prof. Xie Dongming memiliki kecenderungan gambaran sosok diri atau potret seseorang (apakah sosok dikenal atau tidak dikenali) selalu menarik bagi publik seni rupa di mana karya itu dipamerkan. Ekspresi lukisan tampak menarik, menghasilkan pengalaman melihat yang mendalam, sekaligus berdampak personal ketika menunjukkan raut identitas seseorang, dibandingkan melalui media fotografik.

FA_DESIGN POSTER

Jika foto secara lebih kuat menampikan bobot nilai informatif, maka lukisan justru lebih unggul menampilkan kesan dan pandangan yang bersifat subyektif. Cara pandang subyektif inilah yang mungkin selalu menampilkan kejutan dan temuan-temuan unik, menambahkan makna penampakkan sosok yang ditunjukkan.

PAMERAN
15-24 Februari 2017
Pukul 10.00 – 18.00 WIB
Gedung D Galeri Nasional Indonesia

FOR PUBLIC
Video Screening “My Trip to Pamir”

Related article:

Pameran Tetap Galeri Nasional

I-Now