GNI Serupa Bunyi 7a -Jatiari-Karya Edwin Rahardjo_Harmony in Diversity_2015 2

Serupa Bunyi

Highlight on Contemporer Art: Pada 2018 ini, Galeri Nasional Indonesia menghelat Pameran Seni Rupa Kontemporer “Serupa Bunyi” pada 10–15Agustus 2018 di Taman Budaya Jawa Tengah, Jalan Ir. Sutami No. 57, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Pameran “International Gamelan Festival” ini merupakan hasil kerja sama Galeri Nasional Indonesia dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan–Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Taman Budaya Jawa Tengah.

Pameran Serupa Bunyi diungkap Kepala Galeri Nasional Indonesia, Bapak Pustanto menjadi salah satu program utama yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia pada tahun 2018 sebagai platform kebudayaan yang mengintegrasikan kegiatan Galeri Nasional Indonesia dengan daerah di luar Jakarta, dalam hal ini Solo.

Dipaparkan Kurator pameran Soewarno Wisetrotomo, pameran ini ingin menunjukkan dinamika kelindan antara seni tradisional – dalam hal ini “gamelan” – dengan karya seni rupa kontemporer. “Bagaimana kelima perupa ini: Edwin Rahardjo,Alm. Hadjar Satoto, Hanafi, Heri Dono, dan Nindityo Adi Purnomo menggubah karya-karyanya yang bertautan dengan gamelan, sebagai salah satu artefak seni tradisional yang tidak mati-mati. Karya-karya mereka menghadirkan pengalaman baru, bagi dirinya, maupun bagi orang lain, terkait dengan pengertian, pemahaman, atau penghayatan terhadap seni tradisi. Mereka melalui karya seni rupa, dengan caranya, dapat dipahami sebagai upaya merawat dan menghidupkan kebudayaan,” jelas Suwarno.

Jatiari-Karya Hajar Satoto-Gamelan Pamor_1997-1998
GNI Serupa Bunyi 8a -Jatiari-Karya Hajar Satoto-Gamelan Pamor_1997-1998 2

Tentang Indonesiana
Indonesiana adalah platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk membantu tata kelola kegiatan seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang. Indonesiana di inisiasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan–Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan semangat gotong royong dan melibatkan semua pihak yang memiliki kepedulian dan kepentingan atas pemajuan kebudayaan di Indonesia.

Kegiatan ini sejalan dengan disahkannya UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang kemudian memunculkan kebutuhan untuk menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis.

Pada tahun pertama (2018), Indonesiana akan melakukan pendukungan untuk 9 festival seni budaya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan pemerintah daerah, komunitas, pusat kebudayaan/kedutaan asing serta swasta dalam berbagai bentuk kolaborasi.

Pengunjung mengapresiasi karya Hajar Satototo Gamelan Pamor
GNI Serupa Bunyi -Jatiari-Pengunjung 2

Jatiari-Karya Hanafi Benih Suara 2018 135x115cm-8pcs & 205x185cm cat akrilik pada kanvas
GNI Serupa Bunyi 9-Jatiari-Karya Hanafi_8 Benih Suara_2018 2

Ke-9 festival tersebut antara lain:
1. Festival Vula Dongga
2. Festival Palu Salonde Percussion
3. Festival Bunyi Bungi – Cerita dari Blora
4. Festival Seni Multatuli
5. Festival Budaya Saman
6. Festival Tenun Nusantara
7. Festival Fulan Fehan
8. Silek Arts Festival, Bebunyian Sintuvu Sulawesi Tengah
9. International Gamelan Festival (IGF).

Tentang International Gamelan Festival (IGF)
International Gamelan Festival 2018 adalah sebuah festival berskala internasional yang dihelat pada salah satu lokus terpenting yang bertujuan untuk menciptakan arena mudik atau “home coming” bagi kelompok-kelompok gamelan yang telah menyebar ke berbagai belahan dunia dan dalam beraneka corak perkembangan dan fungsi.Sebagaibentuk dukungan sekaligus penguatan terhadap festival tersebut, Galeri Nasional Indonesia menggelar Pameran Seni Rupa Kontemporer “SERUPA BUNYI” beserta Workshop Seni Rupa “Gamelan sebagai Inspirasi Berkarya”.

Serupa Bunyi: Petualangan Estetik Rupa-Bunyi
Deretan pertanyaan itu bisa dikonfirmasi melalui salah satu agenda dari perayaan International Gamelan Festival 2018, yakni Pameran Seni Rupa Kontemporer bertajuk “SERUPA BUNYI”.Pameran ini berfokus pada karya seni rupa kontemporer yang menempatkan gamelan sebagai sumber penciptaannya. Kata ‘serupa’ dalam tajuk ini dimaksudkan sebagai ‘bersamaan’, ‘sejajar’, atau ’sederajat’ antara ‘rupa’ dengan ‘bunyi’. Di samping itu juga tersembunyi hasrat untuk bermain-main kata, karena karya-karya kelima perupa ini menunjukkan “bermain-main” secara serius.

Jatiari-Karya Heri Dono Shock Therapy for Global Political Leaders 2018 size 31x31x150-10pcs
GNI Serupa Bunyi 10a-Jatiari-Karya Heri Dono Shock Therapy 2

Jatiari-Karya Heri Dono_Gamelan Goro-goro 2001 variable dimension
GNI Serupa Bunyi 10c-Jatiari-Karya Heri Dono_Gamelan Goro-goro_2001 2

Gamelan, salah satu artefak seni tradisional, tak mati-mati. Bahkan sebaliknya semakin ngrembaka, terus hidup menembus batas ruang dan waktu, dibunyikan, diaransemen, dimaknai ulang, dikaji, serta dituliskan pengetahuan yang tersimpan di dalamnya . Gamelan merupakan “sumber tanpa batas” untuk direspon oleh para seniman dengan/dan untuk atas nama apa pun: untuk rekreasi, revitalisasi, inspirasi, dan lain-lainnya. Kesemuanya membuktikan, bahwa gamelan tak akan pernah mati, sebaliknya terus menemukan konteks dan kehidupannya yang lain.

GNI Serupa Bunyi-Jatiari-Suasana Pameran 2
GNI Serupa Bunyi -Jatiari-Suasana Pameran 2

Pameran Seni Rupa Kontemporer
“Serupa Bunyi”
10 – 15Agustus 2018 | di Taman Budaya Jawa Tengah, Jalan Ir. Sutami No. 57, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah

KERJA SAMA
Galeri Nasional Indonesia dengan Taman Budaya Jawa Tengah.

KURATOR
SuwarnoWisetrotomo

PERUPA
Edwin Rahardjo | Hadjar Satoto| Hanafi | Heri Dono | Nindityo Adi Purnomo

I-Now