GalNas Hanafi

Pintu Belakang | Derau Jawa

HIGHLIGHT on Art & Culture: Apakah Jawa? Sebuah imajinasi yang tidak memiliki teritori. Atau teritorinya hanya nyata dalam bahasa Jawa? Hanafi membuka kembali dialog kawasan historis di sekitar dunia Jawa ini, setelah pameran sebelumnya (Oksigen Jawa) di Galeri Soemardja ITB, Bandung, 2015.

Menyajikan imajinasi lain tentang Jawa lewat ‘pintu belakang’ yang diterjemahkan ke dalam karya instalasi dan lukisan karya Hanafi. Kali ini, Pintu Belakang | Derau Jawa yang dikuratori Agung Hujatnikajennong lebih untuk melihat – bagaimana Jawa sebagai sebuah “bungkusan identitas” – apakah masih merupakan faktor penentu dalam politik identitas yang berlangsung di Indonesia.

“Kalau pulang ke rumah, aku lebih suka masuk lewat pintu belakang. Pintu depan selalu memunculkan bayangan bapak yang duduk di kursi menatap lurus ke luar pintu. Posisi yang mengandung konstruksi kekuasaan untuk mengawasiku. Kini pintu belakang tidak berfungsi lagi. Halaman belakang lalu berubah jadi sebuah ideologi yang kosong, kemudian cenderung diisi dengan sampah,” kata Hanafi. “Kalau kita tidak punya pintu belakang, kita tidak punya pulang. Rumah menjadi tempat untuk pergi,” lanjutnya.

Pameran ini serupa arus balik ketika Hanafi mulai melihat arus eksternalisasi budaya, pasar global, alih-alih merupakan tekanan “pintu depan” dari arus eksternalisasi budaya ini. Konsep pintu belakang dalam tata ruang rumah Jawa menjadi perhatiannya kembali.

Karena Jawa merupakan mayoritas dimana proses politik kebudayaan masih terus menggeliat hingga kini. Lingkungan seni rupa yang dijalani Hanafi, terbentuk dalam tradisi di mana media masih dipahami sebagai pencarian dan pengukuhan identitas estetis. Ketika pengertian ini bergeser dan media kian bergerak sebagai industri kontemporer (pasar yang mengatasi kekinian), kemungkinan yang bisa dilakukan Hanafi adalah membaca ulang lingkungan budaya yang pernah membentuknya.

Pintu belakang merupakan imajinasi lain tentang Jawa. Pintu belakang dalam kehidupan masyarakat Jawa, berhubungan dengan budaya yang terkait dengan istilah “jalan belakang” untuk berbagai hubungan informal tanpa publik.

Jawa yang dialami Hanafi berada di luar lingkaran Keraton. Walau untuk masyarakat Yogyakarta, Purworejo (tempat kelahiran Hanafi) disebut sebagai daerah Bagelen. Software identitas yang cair ini membuat Hanafi nyaris tidak memiliki beban untuk mengalami Jawa secara personal. Tetapi apakah Jawa itu? Sebuah imajinasi yang tidak memiliki teritori.

Atau teritorinya hanya nyata dalam bahasa Jawa. Dan keberagaman Indonesia mungkin tidak pernah ternyatakan sebagai keberagaman tanpa masuknya Islam, kolonialisme, kemudian modernism. Jawa sebagai mayoritas menjadi bandul utama dalam arus politik identitas ini.

Tentang Hanafi
Hanafi lahir di Purworejo, Jawa Tengah pada 5 Juli 1960. Menempuh pendidikan di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) Yogyakarta (1976-1979). Karya Hanafi tidak melulu lukisan, tetapi juga seni instalasi, patung, artistik panggung dalam kolaborasi dengan seniman tari, teater dan sastra.

Sejak awal tahun 1990 hingga tahun 2015 ini, Hanafi telah menggelar 38 pameran tunggal dan 80 pameran bersama, karya kolaborasi dengan seniman lain, misalnya, Mirah Mini: Hidupmu Keajaibanmu, bersama novelis Nukila Amal, Window, bersama Liem Fei Shen (Singapore) dan Maxine Happner (Kanada), Substation, Singapore.

Cross Oceans, bersama lintas seniman antar negara, York University-Kanada. Beberapa kali membuat seni pertunjukan bersama Afrizal Malna, Fitri Setyaningsih, Boy G Sakti, Hartati, Godi Suwarna dan Bandung Lingkaran untuk Sitor.

Hanafi, telah memenangkan sejumlah penghargaan seni, 10 terbaik Philip Morris Art Award, Anugerah Kebudayaan Universitas Indonesia, dan Indofood Art Award (2002 dan 2003).*

Pameran
2-15 Maret 2016
Pukul 10.00 – 19.00 WIB
Gedung A Galeri Nasional Indonesia

Sarasehan – Lokakarya Seni Lintas Media
2 – 10 Maret 2016 | Pukul 10.00 – 15.00 WIB

Pameran Seni Lintas Media
8-15 Maret 2016 | Pukul 10.00 – 19.00 WIB

Studio Hanafi
Jl. Raya Cinere Gg. Manggis No. 72, Depok 16434 | 021-7788 2771 | www.studiohanafi.com

I-Now