LontarWayang3

Lakon Wayang Sesaji Raja Suya

Jakarta, 5 April 2013 – Yayasan Lontar menyelenggarakan pementasan apresiasi teater lakon wayang “Sesaji Raja Suya”, yang merupakan bagian dari Paket Pendidikan Wayang (Wayang Educational Package) yang sedang disiapkan penerbitannya oleh Yayasan Lontar.

Pementasan dilakukan sebagai bagian dari acara Wayang Goes to Campus, Universitas Indonesia. Dipentaskan oleh teter mahasiswa UI, di Balairung Universitas Indonesia, pada 5 April 2013, mulai pukul 16.15. Pementasan ini juga dimaksudkan sebagai promosi penerbitan Paket Pendidikan Wayang Yayasan Lontar.

Sesaji Raja Suya berkisah tentang Raja Jarasandha yang angkara, yang meneror seluruh dunia dengan menaklukkan negeri-negeri besar, memenjarakan 97 raja, dan menebarkan malapetaka ke mana-mana. Hal ini menimbulkan keprihatinan Yudhistira, Raja Amarta yang berbudi.

Menurut petunjuk Dewata, Yudhistira harus menyelenggarakan upacara Sesaji Raja Suya untuk menjadikan dunia damai dan tenteram. Adik-adik Yudhistira pergi ke Giribraja untuk membebaskan para tawanan. Pada awalnya para Pandawa kewalahan oleh kesaktian Jarasandha yang bisa hidup kembali setelah terbunuh. Namun berkat petunjuk Kresna, Jarasandha berhasil dikalahkan.

Para raja yang dibebaskan sangat berterima kasih dan bersedia dengan rela bersumpah setia kepada Yudhistira, sehingga terselenggaralah upacara Sesaji Raja Suya.

Sesaji Raja Suya dan Makutharama adalah dua lakon yang diangkat dalam Paket Pendidikan Wayang Yayasan Lontar. Paket tersebut terdiri dari 7 buku. Enam buku merupakan transkripsi lakon Sesaji Raja Suya dan Makutharama dalam bahasa Jawa, terjemahan bahasa Indonesia, dan terjemahan bahasa Inggris).

Buku adalah Gamelan Scores yang berisi notasi gamelan pementasan Sesaji Raja Suya dan Makutharama. Paket Pendidikan Wayang tersebut juga akan dilengkapi dengan DVD rekaman 6 pementasan wayang kulit oleh Ki Purbo Asmoro, yakni Sesaji Raja Suya dan Makutharama, masing-masing dalam gaya klasik, garapan-kontemporer, dan versi ringkas atau padat.

Pagelaran wayang dilakukan oleh dalang Ki Purbo Asmoro, sedangkan transkripsi bahasa Jawa dan terjemahan langsung ke bahasa Inggris dilakukan oleh Kathryn Emerson. Kemampuan Kathryn Emerson menerjemahkan langsung pertunjukan berbahasa Jawa ke dalam bahasa Inggris ini merupakan kemampuan mengagumkan dan hingga saat ini belum ada penerusnya. Diharapkan ada orang Indonesia yang mampu bekerja seperti Kathryn Emerson untuk melakukan terjemahan langsung pertunjukan wayang ke dalam bahasa Indonesia.

Sekilas tentang Ki Purbo Asmoro
Lahir di Pacitan, Jawa Timur di tahun 1961, adalah salah seorang dalang ternama dari Surakarta. Sarjana S-2 Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta dan pengajar senior Jurusan Pedalangan di ISI (Institut Seni Indonesia) selama lebih dari dua puluh tahun, Purbo Asmoro telah mengadakan empat tur pertunjukan wayang ke Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini.

Beberapa tur ke Inggris dan Prancis, pementasan di Jepang, India, Bolivia, Austria, Kepulauan Yunani, Thailand, dan Singapura. Purbo Asmoro tidak hanya diakui karena inovasinya dalam membawakan lakon wayang klasik, namun juga karena tema-tema kompleks, pesan moral yang terkandung dari pertunjukannya yang kerap mengajak penonton ikut berpikir.

Sekilas tentang Yayasan Lontar
Yayasan Lontar didirikan tahun 1978 dengan tujuan memperkenalkan sastra dan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Selain kegiatan penerjemahan karya sastra ke dalam bahasa Inggris, Yayasan Lontar juga melakukan usaha riset dan dokumentasi sastra-budaya Indonesia, seperti dokumentasi audio-visual tradisi lisan, rekaman wawancara pelaku sejarah, dokumentasi audio-visual biografi sastrawan Indonesia, dan yang diterbitkan berupa buku, antara lain dokumentasi tradisi tulis, sejarah Orde Baru, antologi drama Indonesia selama seratus tahun, dll.

Dengan jaringan yang kuat di luar negeri, terutama negara-negara berbahasa utama bahasa Inggris (Australia, Amerika, dan Inggris), Yayasan Lontar merupakan satu-satunya lembaga yang secara konsisten dan berkomitmen tinggi terus berperan aktif dalam mempromosikan Indonesia melalui kegiatan penerjemahan dan publikasi.

Sekilas tentang Kathryn Emerson

Menetap di Indonesia sejak 1992, berasal dari Kalamazoo, Michigan, USA. Ia lulusan Cornell University dan Queens College. Saat ini ia adalah kandidat doktoral di Leiden Institute of Area Studies di Belanda. Setelah secara intensif belajar gamelan, ia memfokuskan studinya ke wayang kulit purwa Jawa. Pada 2004, ia mengembangkan teknik penerjemahan pementasan wayang kulit secara langsung ke dalam bahasa Inggris dan bekerja sebagai penerjemah pementasan Ki Purbo Asmoro, terutama dalam pementasan di luar negeri dan dalam event yang banyak dihadiri orang asing.